OPINI

Lakon Cipoa, Sebuah Parade Kebohongan

Ilustrasi: Tri Cahyo Pamungkas Hari rabu (11/04) kemarin, saya baru saja selesai menonton pementasan teater berjudul Cipoa dan entah kenapa, saya amat gelisah setelah menontonnya. Ketika aktor dan aktris dari komunitas “Teater 42” mulai bermunculan di panggung dan para penonton beberapa kali terpingkal oleh tingkah lucu dari pemeran lakon ini, saya ikut pula bergelak, tapi…… Continue reading Lakon Cipoa, Sebuah Parade Kebohongan

BERITA

PT. PLN (Persero) Tolak Tuntutan Warga Kulon Progo: Perusahaan Negara tidak Memihak Warga

Suasana aksi warga Temon, Kulon Progo bersama relawan yang dihadang oleh aparat untuk masuk menemui pihak PLN. (Sumber foto: Fair Naza) (Selasa, 10/04). Aksi massa mengakhiri aksinya dengan menyanyikan lagu Darah Juang. Tampak kekecewaan dalam wajah warga Temon, Kulon Progo yang listriknya diputus sejak 27 November 2017. Bahkan aksi massa berjanji akan menggruduk kembali kantor…… Continue reading PT. PLN (Persero) Tolak Tuntutan Warga Kulon Progo: Perusahaan Negara tidak Memihak Warga

OPINI

Enaknya Jadi Anak BEM UAD

Sumber: Google “Enak jadi anak BEM UAD, bisa jalan-jalan dengan alasan Studi Banding.” Bukan pertama kali saya mendapatkan pernyataan semacam ini ketika berbincang mengenai Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (BEM UAD). Ya kira-kira sama halnya ketika saya sering dimaki-maki menjadi jomblo akut, (bukan petama kali pula). Bagi saya, mahasiswa yang tak pandai mengurus politik…… Continue reading Enaknya Jadi Anak BEM UAD

OPINI

Brosur Kontroversial Sukmawati Soekarnoputri

Sumber: Google Sukmawati mengenakan kebaya berwarna cerah, selendang batik dan lengkap dengan konde. Sebelum membacakan puisinya Sukmawati Soekarnoputri menyatakan bahwa puisi berjudul Ibu Indonesia adalah puisi ciptaannya. Anak perempuan mendiang Soekarno tersebut berharap, melalui puisinya anak muda di Indonesia dapat berfikir kreatif. Sungguh cita-cita mulia yang patut diteladani oleh pembesar-pembesar negeri ini. Harapan mulia yang…… Continue reading Brosur Kontroversial Sukmawati Soekarnoputri

Resensi

Melupakan Kata Mundur Dengan Meng[isi] Kekosongan dan Mengosongkan Isi

Sumber: Google “Tulisan ini aku dedikasikan untuk kawan-kawan yang telah memperkanalkanku dengan cerita silat dan seorang kawan bercerita yang juga sedang kecanduan cerita silat” “Ilmu Sembilan Pedang Dugu” adalah salah satu teknik pedang yang tidak mengenal kata mundur. Prinsip “Ilmu Sembilan Pedang Dugu” adalah menyerang lawan yang sekaligus juga menjadi pertahanannya. Sehingga si pengguna ilmu…… Continue reading Melupakan Kata Mundur Dengan Meng[isi] Kekosongan dan Mengosongkan Isi